Miki Rodan merasa, banyak hal dalam hidup ini merupakan impian semusim belaka. Misalnya, cintanya pada Nina dan cita-cita kedua anaknya untuk masuk seminari. Tapi ternyata dia keliru, Semua itu bukan impian semusim. Realita itu disadarinya saat dia tengah berjuang melawan penyakitnya yang fatal. Belum cukup derita ini, kedua anaknya juga mau meninggalkannya. Miki sengaja merahasiakan penyakitny…