DESCRIPTION Setiap kali melihat kekeliruan dan kau ingin meluruskannya, ingatlah bahwa resolusi pertama--dan yang terpenting--harus terjadi di dalam dirimu. Dan, ketika kau tiba di persimpangan jalan dan tidak tahu harus memilih yang mana, janganlah memilih secara acak, tetapi berhentilah dan renungkan. Tariklah napas panjang, jangan biarkan sesuatu pun mengalihkan perhatianmu, tetapi tunggu d…
Sebuah buku yang bercerita tentang sepenggal perjalanan DR. Djoko Setiadi, M.Si. sebagai sejak awal hingga bersama-sama rekan sandiman lainnya terus berusaha memberikan yang terbaik bagi negara kami tercinta, Indonesia melalui Badan Siber dan Sandi Negara.
Hadian jadi dipertemukan dengan semangkuk gado-gado-nya. Warna bangunan itu ungu temaram dan hampir selalu ada truk-truk besar yang menutupinya. Seonggok spanduk hitam dengan desain aneh–yang entah bertuliskan apa–terpasang di atas pintu kaca, nampak seperti manusia berponi kalau dilihat dari kejauhan. Hadian pikir bangunan itu semacam penatu yang dicat dengan warna norak agar makin memikat…
Pidato Sukarno: "To Build the World Anew" September 30, 1960 Nominator : Arsip Nasional Republik Indonesia "To Build the World Anew" adalah pidato yang disampaikan pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-15 pada tanggal 30 September 1960 di New York, Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan oleh Sukarno, presiden pertama Indonesia dan tokoh nasionalis yang memproklamirkan ke…
Ocha, gadis miskin yang memiliki IQ di atas rata-rata, beruntung mendapatkan beasiswa akademik di salah satu sekolah terelite di Jakarta. Demi menjaga beasiswa, dia bertekad menjauhi dua orang paling berbahaya setelah guru BK, Sean Aurelliano Radeya dan Axel Sharafat Ardiaz. Sialnya, Ocha iseng mengerjakan sejumlah soal di buku tanpa tahu bahwa buku tersebut adalah milik Sean. Ditambah lagi, d…
Merdeka sejak hati mengisahkan tentang Lafran Pane, yatim piatu dari kaki Gunung Sibualbali yang hanya ingin menemukan kemerdekaan dan cinta yang hilang. Lafran Pane adik dari Sanusi Pane dan Armijn Pane yang mendirikan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Baginya merdeka itu berani jujur dan sederhana di tengah riuh rendah dunia. Baginya merdeka itu sejak hati, Islam itu sejak nurani.
Buku ini adalah potret kegiatan pustakawan yang ditulis oleh para pustakawan dan sebagai hasil nyata workshop class psycowriting di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Membaca buku ini seperti menelusuri perpustakaan dengan rak-rak bukunya, lengkap dengan segala kehidupan yang ada di dalamnya.
Jatuh cinta lagi? Hmm, sepertinya itu tak ada dalam kamus Helga. Kegagalannya soal cinta dan selalu disakiti cowok, menbuatnya sudah merasa cukup dengan kata cinta. Lebih tepatnya, malas memulai semua dari awal. Di tengah hidupnya yang sudah terbiasa tanpa cinta itu, ia dipertemukan dengan sosok Cello. Seorang ‘buaya’ tampan paling hits di kampusnya. Cello yang awalnya ingin mendekati Un…