Text
Pembelajaran kolaboratif daring asinkronus: pengelolaan & penelitian
Berdasarkan pengalaman sebagai pemula dalam pembelajaran kolaboratif daring, penulis menyajikan paparan praktis bagaimana mengelola pembelajaran terutama penerapan forum diskusi daring asinkronus dalam konteks perguruan tinggi. Interaksi berbasis teks tersebut mengacu pada kerangka kerja Community of Inquiry (Col), yaitu model yang menjelaskan interaksi berbasis teks yang bermakna dan berkelanjutan sebagai dinamika antara kehadiran sosial, kognisi, dan pengajaran.
Bab awal buku ini membahas makna dan teori pembelajaran kolaboratif daring serta potensinya dalam memupuk kemampuan berpikir kritis. Tantangan pembelajaran kolaboratif daring disajikan pada Bab 2. Memahami tantangan penting untul antisipasi dan menyusun strategi mengatasinya. Salah satu tantangan utama pembelajaran daring adalah kesiapan belajar yang mencakup kemampuan secara teknis, dan keterampilan berinteraksi dengan materi ajar, serta kemampuan berinteraksi dengan komunitas belajar dalam rangka membentuk pengetahuan bersama. Kemampuan berkomunikasi ini esensial dalam pembelajaran kolaboratif daring; sayangnya, penelitian di beberapa perguruan tinggi menunjukkan bahwa kesiapan mahasiswa dalam berinteraksi secara bermakna, termasuk mengerahkan berpikir kritis, masih perlu ditingkatkan. Tiga aspek kesiapan belajar dalam lingkungan e-Learning dalam konteks perguruan tinggi tersebut disajikan di bagian akhir Bab 2.
Model Col yang dijadikan acuan dalam merancang dan mengelola interaksi bermakna dalam komunitas belajar, dibahas pada Bab 3. Selain sebagai acuan dalam proses pembelajaran, Model Col juga digunakan sebagai konstruk acuan penelitian yang dibahas pada Bab 8. Bab 4 mengulas singkat implementasi kerangka kerja Col termasuk tahapan-tahapan kolaborasi.
Salah satu penentu keberhasilan pembelajaran kolaboratif adalah pemicu yang berkualitas. Kriteria pemicu diskusi daring dibahas pada Bab 5. Melengkapi pembahasan tersebut, disajikan contoh-contoh pemicu dan jenis-jenis diskusi. Diharapkan, contoh-contoh tersebut dapat dijadikan bahan refleksi bagi dosen pemula dalam gemulai pembelajaran kolaboratif daring.
Evaluasi hal dan proses pembelajaran kolaboratif dibahas di Bab 6. Contoh rubrik penilaian tugas dalam forum diskusi daring disajikan di akhir bab ini. Bab 7 menyajikan usulan pada institusi, dosen, mahasiswa tentang strategi memulai mengadopsi pembelajaran kolaboratif daring. Pembahasan bab ini fokus pada usulan saran-saran yang dapat dipertimbangkan supaya keuntungan yang ditawarkan pembelajaran kolaboratif daring dapat diraih.
Salah satu keuntungan pembelajaran kolaboratif daring adalah dihasil kannya data proses interaksi yang terekam dengan baik. Bab 8 membahas tahapan-tahapan dalam mengolah dan menganalisis transkrip diskusi daring.
Pembahasan dilanjutkan contoh-contoh penelitian yang menerapkan tahapan tahapan tersebut. Contoh-contoh penelitian yang dilakukan mencakup aspek: dinamika kehadiran sosial, kognisi, dan pengajaran; serta pengaruh jenis dan ukuran kelompok terhadap kehadiran komponen Model Col. Untuk menggali apa saja manfaat dan tantangan forum diskusi daring menurut persepsi mahasiswa dan dosen, dilakukan survei pendalaman yang hasilnya dianalisis secara kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian, berupa: hasil adaptasi skema pengodean transkrip dan daftar pertanyaan survei pendalaman, disajikan pada Lampiran. Diharapkan, buku ini bermanfaat bagi pengajar pemula dalam forum diskusi daring asinkronus, dan melakukan educational reseach.
Mudah-mudahan buku ini memperkaya bahan bacaan pengajar dalam beradaptasi menghadapi anak didik dengan karakteristik yang berbeda-beda dari waktu ke waktu. Mereka mempunyai cara dan kebutuhan belajar yang berbeda dengan cara dan kebutuhan belajar yang dirasakan pengajar ketika kuliah dahulu. Pengajar dibesarkan pada lingkungan pembelajaran yang berbeda dengan lingkungan pembelajaran yang sekarang diampunya. Pembelajaran kolaboratif daring membawa pembelajar bersama-sama pengajar dalam satu perahu yang sama, tanpa pemisah. Pembelajar dan pengajar berbagi peran dan tanggung jawab dalam upaya membentuk pengetahuan secara kolaboratif.
Pembelajaran kolaboratif daring tidak hanya menawarkan kelebihan secara akademik, namun juga keuntungan secara sosial dan psikologis. Menanamkan sikap toleransi dan saling menghargai akan sulit dilakukan dalam lingkungan pembelajaran yang memandang orang lain sebagai saingan, atau dalam lingkungan individuals yang upaya dan capaian belajarnya tidak terkait dengan keberhasilan orang lain. Dalam pembelajaran kolaboratif, mereka belajar tidak hanya demi keberhasilan dirinya semata; namun, untuk berkontribusi bagi keberhasilan bersama.
No other version available